KUBIK Mei 2022: A day with you: book blind date by APISI

Dipublikasikan oleh APISI pada

Pada hari sabtu, 28 Mei 2022 kemarin, APISI menyelenggarakan kembali program rutin bulanan yang kami beri nama KUBIK (Kumpul Bicara Ilmu Kekinian) dimana para pekerja profesional informasi sekolah dapat berkumpul dan bertukar informasi mengenai hal-hal terkini di bidang perpustakaan dan kepustakawanan. KUBIK kali ini mengusung tema: a day with you: book blind date by APISI. Dimana konsep utama dari acara ini yaitu bertukar informasi mengenai buku bacaan favorit masing-masing peserta, dan dikemas dengan semi games sembari memberi kesempatan peserta lain untuk menebak identitas buku seperti judul, penulis atau penerbit dari buku yang direview peserta lain, kemudian juga menebak karakter si pereview.

Dibuka dengan sharing buku favorit main host

Pada acara bertajuk book blind date kali ini, main host memegang peranan penting dalam memimpin jalannya acara. Dimulai dari menyapa para peserta yang hadir di acara hari itu, Kak June selaku main host selanjutnya membacakan beberapa peraturan bagi peserta dalam mengikuti book blind date tersebut. Kak june pun meminta para peserta untuk me-rename atau mengganti username peserta dengan nama samaran/ bukan menggunakan nama sebenarnya. Nama yang digunakan pun bebas, apakah nama favorit mereka dari karakter buku atau nama anggota keluarga dan lainnya. Kemudian, setelah me-rename, peserta pun diminta untuk mematikan fitur kamera (off cam) selama sesi review buku berlangsung. Hal ini dilakukan sesuai konsep dari book blind date atau kencan buta dengan buku, maka peserta diharapkan tidak saling melihat profil antar peserta, melainkan hanya mendengar dan menebak review buku yang dibacakan.

Untuk memudahkan peserta dalam memahami bagaimana acara ini berlangsung, Kak June pun memulai dengan mereview buku favoritnya dengan cara menceritakan garis besar isi buku yang disukainya, kemudian menunjuk salah satu peserta untuk menebak identitas buku tersebut, setelah peserta berhasil menebak identitas buku, peserta tersebut diminta untuk meunjuk peserta lain untuk menebak karakter Kak June yang telah mereview buku. Begitu seterusnya, peserta berantai untuk saling menunjuk peserta lain untuk mereview dan menebak karakter.

Peserta saling mereview buku favorit, dan menebak karakter si reviewer

Sekitar sepuluh orang peserta yang hadir di acara ini secara bergantian mereview buku bacaan favoritnya, dan kemudian peserta lain berkesempatan menebak karakter si pereview, peserta dibebaskan untuk menebak sesuai intonasi pereview saat menyampaikan review buku, ataupun sesuai genre pilihan buku yang direview. Buku yang dipilih peserta untuk direview pun tidak ada batasan genre atau usia, bebas sesuai buku favorit pilihan mereka.

Salah satu peserta dengan username Thania mereview buku tentang seorang anak yang seringkali diminta untuk berbagi dengan saudaranya, dia pun selalu berbagi dengan saudaranya tersebut sampai suatu saat dia merasa kesal –  kenapa harus selalu berbagi dengan saudaranya, sampai datang suatu kesempatan dimana dia tidak harus berbagi, dan dapat menikmati sendiri sepuasnya apa yang menjadi miliknya tersebut, tetapi dalam kondisi saudaranya sedang sakit. Tokoh ini pun menyadari nilai dari berbagi, betapa segala seuatu menjadi lebih berharga bila dibagi bersama.

Peserta lain dengan username Dispenser mereveiw buku yang sebentar lagi akan diangkat ke layar lebar, buku ini bergenre romansa dan berkisah seputar sepasang kekasih yang akan mengikat janji suci dengan segala intrik problematikanya. Peserta dengan username Dispenser ini merupakan sekelompok remaja yang tergabung dalam book club dari sekolah Al Bayan, Cibadak Sukabumi. Mereka juga penggemar buku bacaan dengan genre romansa.

Peserta berbagi kesan setelah mengikuti book blind date ini

Setelah semua peserta yang hadir mendapat giliran untuk mereview dan menebak karakter, Kak June selaku moderator pun mempersilahkan peserta untuk menyalakan kamera (on cam) agar peserta dapat saling melihat siapa sebenarnya dibalik nama samaran yang digunakan peserta. Lalu Kak june pun meminta beberapa peserta untuk menyampaikan kesan mereka selama mengikuti book blind date.

Thania menyampaikan kesannya selama mengikuti acara tersebut, dia merasa senang mengikuti book blind date ini karena dapat berbagi buku bacaan favoritnya kepada peserta lain, buku bacaan tersebut merupakan buku seri anak karya Arlinah Raharjo yang seringkali dia bacakan untuk anaknya yang berkebutuhan khusus. Hingga sang anak pun sangat menyukai buku tersebut, sampai setiap kali ulang tahun, sang anak kerap kali meminta buku sebagai kado ulang tahunnya. Thania juga menyampaikan bahwa dia akan mencoba membuat acara dengan konsep serupa di perpustakaan tempat ia bekerja.

Selain itu, Dispenser juga menyampaikan melalui kolom chat, bahwa mereka merasa senang dapat berkesempatan mengikuti acara book blind date ini dan mereka pun terinspirasi dengan bacaan peserta lain yang disampaikan melalui review buku.

Ditutup dengan rekomendasi buku dari minpisi

Di penghujung acara, kak jun pun menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang telah hadir di acara ini, harapan kami selaku panitia, seluruh peserta dan panitia yang terlibat dapat merayakan kemerdekaan literasi sebebas-bebasnya, bahwa kegiatan dasar membaca pun dapat dikemas dan diangkat melalui cara-cara kreatif agar kecintaan membaca dapat selalu bertumbuh. Minpisi juga telah merangkum dan merekomendasikan beberapa buku yang dapat menjadi pilihan bahan bacaan siapa saja.

-k

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.