Sejarah

APISI dideklarasikan tanggal 26 Agustus 2006 di Bogor. APISI sendiri awalnya merupakan kumpulan pustakawan sekolah yang kerap kali bertemu dan berbagi pengalaman dalam kegiatan Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah (PIPS).  Pada PIPS ke-3, semua peserta menyepakati untuk menggabungkan diri dalam sebuah wadah yang dapat menampung aspirasi para pekerja informasi sekolah serta mendukung pengembangan kompetensi dan posisi tawar pekerja informasi sekolah.

Deklarasi APISI di Bogor tahun 2006

Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) adalah lembaga pengembangan kepustakawan sekolah yang berfokus pada pengembangan kompetensi, penyebarluasan informasi, dan partisipasi berbagai pihak dalam peningkatan kualitas perpustakaan sekolah di Indonesia.

APISI hendak mempromosikan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar serta memaksimalkan peran pekerja informasi di sekolah. Untuk mewujudkan hal tersebut, pekerja informasi sekolah juga melibatkan partisipasi profesi lain seperti tenaga pendidikan sekolah, penerbit, penulis, pengembang software perpustakaan sekolah untuk ikut serta dalam pengembangan perpustakaan sekolah.

Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah

Pekerja Informasi Sekolah sendiri merupakan profesi yang berperan mendorong kesadaran masyarakat sekolah, baik itu murid, guru, staff maupun orangtua, akan pentingnya pengelolaan sumber-sumber informasi sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan belajar mengajar. Mereka adalah orang-orang mempunyai kualifikasi dalam kepustakawanan sekolah, baik yang mengelola perpustakaan, pusat media, ataupun pusat sumber belajar.

 

Pengurus Pertama APISI Periode 2007 – 2014:

Ketua: Hanna Chaterina George

Wakil Ketua: Soelfan

Sekretaris: M.I. Ekowiyanti

Bendahara: Dwi Retno Widaty

Sie Hubungan Masyarakat: Mahmudin

Sie Penelitian: Mendy Andriana

Sie Pengembangan dan Pelatihan: David Ardiansyah

Sie Dana Usaha: Trini Haryanti