Tag Archives: workshop

Peran Perpustakaan dalam Penyelengaraan Book Events

Dalam acara Workshop “Creating Your Own Engaging Book Events” yang diadakan atas kerjasama dengan Kelompok Agromedia, APISI, Goodreads Indonesia pada tanggal 17 Februari 2015, di Perpustakaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, APISI mengisi salah satu materi workshop, yakni Peran Perpustakaan dalam Penyelengaraan Book Events. Bagi yang kemarin belum bisa hadir, ataupun mau mengingat kembali materinya jangan kecewa, karena akan dibagikan materi Workshop “Creating Your Own Engaging Book Events” secara gratis untuk pembaca setia apisi 😀

so check it out…
Perpustakaan memiliki peran sentral dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Idealnya, perpustakaan sekolah menjadi sumber belajar para siswa dalam mencari dan mengolah informasi untuk memecahkan masalahnya. Dengan kebiasaan seperti ini, niscaya mereka akan menjadikan belajar dengan menggunakan beragam informasi dalam mencari solusi, suatu kebiasaan yang akan selalu menjadi bagian dalam hidup mereka. Di sisi lain, perpustakaan sekolah juga hendaknya menjadi tempat yang fun dan fearless place bagi para siswa selain tempat untuk belajar tadi. Salah satu peran yang diemban perpustakaan adalah mempromosikan kegiatan membaca dan buku secara terus menerus dan konsisten. Pustakawan hendaknya menjadikan perpustakaan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan, dinamis dan selalu mengajak komunitas sekolah untuk menyadari bahwa membaca itu menyenangkan. Dengan demikian, diharapkan mereka akan menjadikan kegiatan membaca suatu hal yang tidak terpisahkan dalam aktifitas keseharian mereka. Diharapkan mereka akan merasa ‘kurang’ jika mereka tidak membaca. Dengan demikian, belajar dan membaca menjadi dua hal yang benar-benar melekat dan tidak bisa tidak ada dalam langkah kehidupan mereka ke depan. Pengadaan buku-buku secara reguler dan promosi buku-buku baru tentu menjadi langkah awal yang baik yang dapat dilakukan secara rutin oleh perpustakaan. Namun mengembangkan program-program lain yang menunjang, juga dapat mendorong promosi kegiatan gemar membaca di sekolah. Salah satunya adalah dengan mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan buku seperti Book Events yang ternyata bisa menjadi sebuah kegiatan yang menarik jika dikemas dengan apik dan terencana. Kapan mengadakan Book Events? Penyelenggaraan Book Events bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Misalnya saat ulang tahun sekolah, ulang tahun perpustakaaan atau dapat pula dikaitkan dengan beberapa tanggal perayaan nasional maupun internasional. Misalnya, perayaan World Book Day bulan April, Perayaan Hari Buku Nasional pada tanggal 17 Mei, Perayaan Bulan Bahasa atau Bulan Perpustakaan Sekolah Internasional (International School Library Month) – IASL dan Bulan Kunjung Perpustakaan dan Gemar Membaca Nasional bulan September.Jika ingin mengaitkan dengan topik-topik tertentu, UNESCO mempunyai kalender perayaan hari hari internasional yang dapt digunakan sebagai acuan. Misalnya pada bulan Februari ini: – 4 Februari: World Cancer Day – 13 Februari: World Radio Day (UNESCO) – 20 Februari: World Day of Social Justice – 21 Februari: International Mother Language Day (UNESCO). Selain itu dapat juga dikaitkan dengan perayaan hari-hari tertentu seperti Tahun Baru China yang sebentar lagi akan dirayakan. Mengapa mengadakan Book Events? Pertanyaan ini menjadi penting sebelum pustakawan bersama pihak sekolah merancang program ini. Perpustakaan mengadakan Book Events, karena melalui program ini, baik perpustakaan maupun sekolahnya: – Mempromosikan perpustakaan sekolah – Mempromosikan kegemaran bahkan kecintaan membaca – Merayakan (celebrating) dan mempromosikan keasyikan (enjoyment) pada buku dan membaca – Meningkatkan kolaborasi antara perpustakaan dan kelas (pustakawan dan guru) bahkan juga dengan orang tua Siapa yang terlibat dalam kegiatan Book Events? Mereka yang terlibat dalam kegiatan ini adalah komunitas sekolah induk tempat perpustakaan itu bernaung serta mereka yang terkait dalam kegiatan ini yaitu: – Para siswa siswa – Para guru-guru – Para pustakawan – Staf administrasi – Orang tua – Toko-toko buku – Penerbit Apa yang dilakukan dalam Book Events? Besar kecilnya bentuk kegiatan ini tergantung dari kesepakatan antara pihak perpustakaan dan manajemen sekolah. Biasanya, kegiatan ini merupakan kegiatan sekolah secara menyeluruh, yang melibatkan SEMUA tingkatan bahkan tenaga administrasi dan orang tua. Beberapa kegiatan dapat disesuaikan dengan tingkatan pendidikan sekolah (TK dan SD; SMP dan SMA; serta seluruh sivitas sekolah). Kegiatan ini bisa merupakan kegiatan yang sederhana tanpa biaya misalnya DEAR (Drop Everything And Read); Reading Picnic Event; Membuat Review Buku hingga kegiatan besar yang dapat melibatkan seluruh komunitas sekolah seperti mendatangkan penulis buku, menonton film bersama dan mendatangkan artis dan produsernya, serta Book Fair yang mendatangkan beberapa toko-toko buku ataupun distributor buku ke sekolah serta para penerbit. Berikut ini beberapa contoh kegiatan yang pernah dilakukan di sekolah tempat dulu saya bekerja dan dapat dilakukan di jenjang – jenjang sekolah yang berbeda atau kegiatan bersama: Tingkat TK – SD Library Hunts Kegiatan ini perlu disiapkan oleh pustakawan terlebih dahulu. Misalnya, peserta adalah grup siswa kelas 3 yang pada waktu tertentu datang ke perpustakaan. Kemudian pustakawan memfasilitasi kegiatan berburu ini dengan beberapa pertanyaan dan petunjuk yang sudah disiapkan sebelumnya. Kegiatan ini akan mendorong anak-anak untuk semakin mengenal staf ataupun koleksi perpustakaannya. Biasanya kegiatan ini dirancang dengan tujuan berburu buku atau karakter tertentu, atau anak diminta untuk memecahkan misteri tertentu. Dress-up Day Pada rangkaian perayaan Book Events, ada satu hari tertentu, baik para siswa maupun para guru (bahkan staf administrasi) datang ke sekolah dengan mengenakan kostum dari karakter buku yang mereka pilih atau idolakan. Pada harinya, sekolah akan penuh dengan bermacam-macam karakter seperti Robin Hood, Cinderela, Harry Potter, Wally (Where’s Wally), Gadis Berkerudung Merah, ataupun karakter non fiksi seprti astronot, petani dan sebagainya. Reading Picnic Para siswa membawa buku untuk dibaca dan penganan (snack). Mereka akan dituntun oleh gurunya ke area terbuka (jika tidak hujan) atau ke hall untuk membaca saat waktu istirahat. Untuk siswa TK, biasanya guru akan membawa buku dan mereka membaca bersama guru atau orang tua yang sukarela datang dan membacakan buku ke kelompok siswa TK ini. Extreme Reading Kegiatan ini biasanya dikompetisikan. Pengumuman kegiatan ini jauh-jauh hari dilakukan sebelum perayaan Book Events ini berlangsung. Ini adalah kompetisi foto saat para siswa sedang membaca dalam suatu situasi yang tidak biasa. Misalnya, mereka membaca saat sedang tandem parachute dengan orang tuanya; atau sedang membaca di dahan pohon yang besar bahkan membaca di belalai gajah. Foto siapa yang paling ekstrim, dialah pemenangnya. Dari pengalaman, kegiatan ini justru digandrungi oleh para siswa SD. Untuk menjaga keselamatan dan para siswa berada dalam pengawasan orang tuanya, pihak sekolah biasanya menyurati orang tuanya dan menjelaskan tentang persyaratan para siswa dalam berpartisipasi di kegiatan ini termasuk serta deadline pengiriman foto nya. Tingkat SMP – SMA Lomba Membuat Book Mark/ Cerita Pendek/Review Buku Biasanya tema sudah ditentukan lebih dulu oleh pihak panitia. Kemudian pengumuman dikeluarkan untuk kompetensi ini. Lomba Desain Halaman Buku/ Membuat Mini Buku/ Cerita Kelas Lomba ini bisa diadakan untuk individu maupun kelompok atau per kelas. Mereka dapat memlih sebuah buku dan mendesain ulang halaman bukunya. Alternatif lain, mereka dapat membuat buku sederhana bersama yang merupakan hasil kerja sama para siswa satu kelas. Kegiatan Seluruh Sekolah Visitors Jika memungkinkan, pihak sekolah atau perpustakaan dapat mengundang penulis buku, illustrator, pemain film, penulis naskah, jurnalis, fotografer, dan profesi lainnya yang bisa dikaitkan dengan buku atau tema-tema tertentu. Hal ini menjadi menarik karena dengan adanya kunjungan mereka, para siswa akan termotivasi untuk menggali sebuah topik atau buku yang mereka hasilkan. Biasanya undangan ini akan berbicara secara spesifik dengan mengunjungi kelas-kelas ataupun di hall sekolah. Hal ini membuka kesempatan bagi para siswa untuk bertanya dan berdiskusi lebih jauh dengan mereka. Book Fair Pihak sekolah atau perpustakaan dapat pula melibatkan toko buku atau penerbit untuk berpartisipasi memeriahkan acara ini. Battle of the Books House Quiz Kegiatan ini mirip dengan Cerdas Cermat, namun topik yang dilombakan adalah buku-buku cerita fiksi. Guru menentukan beberapa buku yang wajib dibaca oleh peserta (biasanya 3 atau 4 kelompok) jauh hari sebelum hari pertandingannya. Guru juga mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan buku-buku tersebut. Buddy Reading throughout whole school Kegiatan ini biasanya ditujukan untuk para siswa SMP-SMA yang diajak untuk datang berkunjung ke adik-adik mereka di jenjang TK dan SD sesuai dengan jadwal yang disepakati (biasanya saat waktu istirahat) dan mereka membacakan buku cerita bagi adik-adik kelasnya. Jika memungkinkan kegiatan ini dapat dilakukan di perpustakaan atau di kelas. DEAR – Drop Everything And Read Panitia menentukan waktu-waktu tertentu untuk kegiatan ini. Misalnya, pada hari Senin, 15 menit sebelum istirahat Kepala Sekolah akan membuat pengumuman ke seluruh sekolah untuk menghentikan semua kegiatan kelas mereka dan membaca. Ketika waktu habis, Kepala Sekolah akan mengumumkan kembali dan mereka dapat melanjutkan kegiatan mereka selanjutnya. Hal yang harus dipastikan bahwa semua komunitas sekolah harus mempunyai bahan bacaan yang siap mereka baca. Parents reading favourite books in own language/ in English language/ Other Language Tergantung jenis sekolahnya apakah itu internasional atau nasional, ada baiknya disepakati apa yang orang tua akan bacakan ke para siswa (biasanya ke siswa TK/SD). Bahasa Ibu biasanya digunakan di sekolah intersional.Untuk sekolah lokal, orang tua dapat membacakan buku cerita rakyat ataupun bahasa daerah bila memungkinkan. Pelatihan Guru/Pustakawan: Jika pihak sekolah atau perpustakaan mengundang penulis atau profesi yang disebut di atas, biasanya mereka juga akan memberikan sesi khusus untuk berbicara kepada para guru dan pustakawan sekolah. Misalnya, pelatihan storytelling, penulisan kreatif prosa, proses kreatif penulisan puisi dsb Bagaimana Persiapan Book Events? Ide awal kegiatan ini biasanya muncul dari Pustakawan. Jika pada tahap awal kegiatan dianggap sukses, tidak jarang jika kemudian kegiatan ini akan secara regular dimasukkan dalam agenda acara sekolah. Jika sudah ada dalam agenda sekolah, pustakawan hendaknya terlibat aktif di dalamnya dengan menawarkan ide-ide kreatif untuk meramaikan kegiatan ini. Jika belum ada, mulailah dengan ide kegiatan yang sederhana atau jika sudah mempunyai dukungan dari beberapa guru, cobalah membuat proposal kepada Kepala Sekolah. Perhatikan juga waktu pelaksanaan. Hendaknya direncanakan sedemikian rupa agar tidak terburu-buru sehingga perencanaan dapat dilakukan dengan matang. Setelah disetujui, ajak beberapa guru yang terkait, misalnya guru-guru Bahasa Indonesia atau siapapun yang tertarik untuk terlibat di acara ini. Adakan rapat secara regular dan periksa perkembangan persiapannya. Jika memerlukan dana, pastikan disetujui lebih dulu dari pihak sekolah agar tidak terjadi kesalahpahaman saat persiapan acara sedang berlangsung. Jika mempunyai hubungan yang baik dengan toko buku atau penerbit, diskusikan kegiatan ini. Ada kemungkinan mereka juga mempunyai program yang sama sehingga bisa terjalin kerjasama. Dengan demikian kegiatan ini dapat berjalan untuk keuntungan ke dua pihak. Jangan lupa promosi acara serta display di perpustakaan atau di sekolah secara menyeluruh. Libatkan guru kelas. Bisa juga diadakan kegiatan menghias pintu dan tampilan yang paling baik akan mendapat hadiah. Promosikan acara ini juga ke orang tua.Bila perlu siapkan banner kegiatan untuk mengajak semua elemen sekolah untuk merayakan dan berpartisipasi di acara ini. Penutup Hal kunci yang perlu diingat perpustakaan adalah, bahwa kegiatan ini bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pustakawan seorang diri. Semakin melibatkan banyak orang terkait, semakin akan meriah acara ini. Kerjasama dan dukungan dari pihak manajemen juga memegang peran penting untuk suksesnya acara ini. Jika masih belum yakin dengan acara yang besar, mulailah dengan kegiatan-kegiatan kecil yang tidak kalah menariknya dengan acara besar. Mari berbagi dengan kegiatan lain yang sudah anda lakukan ? Selamat mencoba dan beraktifitas! Perpustakaan sekolah semakin dikenal dan exist; kegiatan membaca semakin fun ? Tangerang 16 Februari 2015

Disiapkan oleh: Hanna Chaterina George, S.S.; M.I.Kom Penggiat literasi informasi | konsultan perpustakaan sekolah | trainer | peneliti