Surat dari Pak Tigor – Sekolah St. Peter
Dalam menjalankan perpustakaan, aku menggunakan konsep desentralisasi, dimana perpustakaan dimekarkan dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Jadi perpustakaan aku bagi menjadi 2 (dua), yaitu perpustakaan Kindergaten/Primary dan JHS/SHS
Pertanyaannya:
Kemarin ada rapat, yang kesimpulannya adalah Dewan Pembina menjelaskan rencana penyatuan kembali perpustakaan yang tadinya desentralisasi menjadi sentralisasi. Bagaimana penyusunan klasifikasi dengan sentralisasi tersebut. Antara Kindergarten dan JHS tentu beda materi meskipun subyeknya sama, contoh Biologi.
Itu dulu miss.
Thank’s ya
——-
Persoalan sentralisasi dan desentralisasi sejak zaman dahulu menjadi polemik, pro dan kotra yang berakhir dengan kesimpulkan bahwa kedua-duanya ada positif dan negatif alias sama saja. Hanya yang perlu dipertimbangkan adalah beberapa faktor. Pertama, lokasi pastikan lokasi tidak menjadi kesulitan bagi siapapun. Kedua, processing lebih baik sentralisasi karena ini akan menghemat biaya .
Akan halnya klasifikasi yang digunakan untuk perpustakaan siswa TK – SD – SMP dan SMU memang bisa berbeda -beda jadi bentuknya seperti pulau-pulau karena dibagi-bagi menjadi area-area khusus. Penomoran dapat menggunan warna atau lambang misalnya untuk biologi di kelas kecil menggunakan warna merah atau stiker kodok.
