Sekapur Sirih Menuju Juara 1 Perpustakaan Sekolah 2021

Dipublikasikan oleh APISI pada

(Kunjungan ke Perpustakaan SMAN 70 Jakarta)

Pada tanggal 21 Juni 2022 dihari Selasa, APISI akhirnya dapat mewujudkan program divisi keanggotaan mengunjungi perpustakaan berprestasi di Indonesia. Perpustakaan yang dimaksud kali ini adalah Perpustakaan Ki Hajar Dewantara yang merupakan nama perpustakaan SMA Negeri 70 Jakarta yang berlokasi di Blok M, Jakarta Selatan. Dalam kunjungan kali ini hadir Presiden APISI Hanna Chaterina George, SS. M. I. Kom., Achmad Sofyan, Nofita Dian Kurniawati dan Evi Sofiah. Pukul 08.45 kami sampai di perpustakaan dan disambut oleh Muhammad Nur selaku Pustakawan SMAN 70 Jakarta.

Perpustakaan Ki Hajar Dewantara, SMA Negeri 70 Jakarta

Setelah persiapan live Instagram tuntas, dimulailah sesi sharing pustakawan dengan narasumber Muhammad Nur dan host Kak Hanna. Muhammad Nur menceritakan tentang perjuangannya mencapai akreditasi A dan menjadi juara 1 lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional. Awalnya perpustakaan Ki Hajar Dewantara kondisinya tidak sebagus hari ini, namun melalui kerjasama dan komunikasi yang baik dengan stakeholder keadaan perpustakaan berubah dalam waktu yang relatif cepat. M Nur menjelaskan keterlibatan stakeholder terutama wali murid sangat besar dalam mewujudkan tata letak dan sarana perpustakaan menjadi layak untuk dinilai dalam akreditasi perpustakaan. Kumpulan wali murid ini dinamai POKJA yang ikut serta pula memikirkan dan merencanakan proses dalam perubahan sarana prasarana perpustakaan.

Ruang Baca Perpustakaan Ki Hajar Dewantara, SMA Negeri 70 Jakarta. Ruang Koleksi dan Buku Paket terpisah dalam satu ruang tersendiri.

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dikemas dalam bentuk talkshow dipandu (host) oleh  Bu Hanna, turut hadir pula perwakilan dari squad permata (sahabat perpustakaan) MAN 1 Kota Tangerang yaitu M. Afzalnor Arsyad, A. Hilmi Alfaridzi, Vinna Olivia dan Afnida Qurrota A’yuni.

Pak Nur sedang menceritakan kepada Bu Hana perjalannya selama di Perpustakaan SMAN 70 Jakarta.

Pertanyaan kepada Pak Nur tentang bagaimana proses mendapatkan akreditasi A, dijelaskan bahwa awal akreditasi perpustakaan bernilai B namun untuk menjadi juara dalam lomba perpustakaan sekolah, maka predikat akreditasinya harus A. Maka dilakukanlah proses pengajuan akreditasi kembali hingga tercapailah predikat A. Perjuangan Pak Nur dalam memenuhi kriteria akreditasi perpustakaan melalui tantangan yang luar biasa, baru mulai bekerja kemudian sudah diberi tanggungjawab ditengah-tengah situasi perpustakaannya yang masih harus dirapihkan sampai sakit tifus (tipes). Melalui bimbingan dan arahan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi DKI Jakarta, Pak Nur terus melengkapi intrumen akreditasi yang belum ada agar tercapai nilai A.

TIM Squad Permata dan Saya (Evi Sofiah), Divisi Keanggotaan APISI.

Dijelaskan proses awal akreditasi B cukup berat karena bahasa yang disampaikan adalah praasesi, di praasesi ini hanya 2 sekolah yang mendapat nilai B yaitu SMA 81 dan SMA 70 Jakarta. Hal ini cukup menggembirakan karena di DKI baru dua sekolah yang mendapatkan akreditasi B sisanya C pada tahun 2020.

Langkah berikutnya adalah mengikuti lomba perpustakaan tingkat DKI tahun 2020, kerjasama yang baik dengan Kepala Perpustakaan dalam mengarahkan membuat kerja tim yang baik menghasilkan juara 2. Tahun berikutnya 2021 Pak Nur mengikuti kembali akreditasi perpustakaan, namun sebelumnya ia harus mengubah lagi nilai akreditasi menjadi A agar juara 1 yang di impikan terwujud.

Setelah sesi sharing akhirnya kami melakukan room tour perpustakaan indoor dan outdoor kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Hal yang menarik di perpustakaan ini adalah adanya tulisan siswa tentang autobiografi nya dan dibukukan sesuai dengan design siswa masing-masing. Hal ini bertujuan untuk melatih siswa dalam menulis, dan jika ada siswa lain yang ingin mengenal lebih jauh tentang kisah hidup siswa tersebut, mereka bisa menemukannya di perpustakaan.

Lokal konten Perpustakaan SMA Negeri 70 Jakarta, auutobiografi siswa.

Closing statement dari M. Nur bahwa dengan berbagai pressure dalam menyiapkan intrumen akreditasi memupuk pribadi yang tegar dan tangguh.

TIM APISI dan Pak Mohammad Nur

Simpulan :

Menjadi pustakawan tidak hanya berkutat dengan arsip dan buku diperlukan kompetensi komunikasi agar apa yang sudah disiapkan dapat diceritakan dan menjadi inspirasi pihak lain. Semangat menjadi juara oleh satu orang menjadi magnet besar yang akan mendorong dan menyelesaikan setiap tantangan akreditasi perpustakaan. Menjadi lilin yang akan menyemangati lilin yang lain.

Terima kasih

Tangerang, 27 Juni 2022

Evi Sofiah

Kategori: Berita

1 Komentar

Triya Nurul Iskandar · pada

Halo saya Triya librarian Kinderfield Highfield School Cirebon, sebelumnya saya telah membaca mengenai berita Perpusakaan yang ada di artikel ini terlihat bagus dan sangat menarik sekali.

Saya ingin bertanya bagaimana caranya agar di perpustakaan sekolah kami juga ada BI Corner ya Pak/Bu? Mohon bantuan jawabannya jika berkenan. Terimakasih sebelumya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.