Press Release PELATIHAN MANAJEMEN DASAR PERPUSTAKAAN SEKOLAH & PELANTIKAN PENGURUS APISI PROPINSI ACEH 17 – 19 MARET 2016

Asosiasi Pekerja Profesional Informasi Sekolah Indonesia (APISI) bekerja sama dengan SEKOLAH SUKMA BANGSA BIREUEN akan mengadakan acara PELATIHAAN MANAJEMEN DASAR PERPUSTAKAAN SEKOLAH & PELANTIKAN PENGURUS APISI PROPINSI ACEH.

Tujuan acara ini adalah :

  1. memberikan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan dan pengembangan program perpustakaan sekolah bagi pustakawan sekolah dan guru pustakawan,
  2. memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya bagi pustakawan sekolah yang menghendaki pengembangan keprofesian yang berkelanjutan,
  3. memberikan pengalaman belajar keterampilan teknis dan konseptual untuk peningkatan kinerja dan perannya sebagai pekerja profesional informasi di sekolah,
  4. terbentuknya kepengurusan APISI Propinsi Aceh. Dengan terbentuknya kepengurusan lengkap di Propinsi Aceh, diharapkan kiprah APISI dapat lebih nyata terlaksana di propinsi ini.

Peserta kegiatan Pelatihan Manajemen Dasar Perpustakaan Sekolah sebanyak 86 (delapan puluh enam ) orang, melebihi target yang direncanakan yaitu 50 orang. Peserta terdiri dari Pustakawan, Pengelola Perpustakaan, Guru, Guru Pustakawan, Pengelola Taman Bacaan dan Pemerhati Perpustakaan.

Promosi dan kampanye tentang pentingnya perpustakaan sekolah perlu dilakukan secara terus menerus dan menyeluruh di berbagai pelosok tanah air. Promosi ini ditujukan bukan saja kepada mereka yang mengemban tanggung jawab mengelola perpustakaan sekolah melainkan juga kepada pemangku jabatan dan pembuat keputusan di berbagai lembaga pendidikan dan instansi terkait tentang pentingnya peran perpustakaan sekolah dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

Perpustakaan sekolah adalah pusat pembelajaran dan pengajaran yang memungkinkan pemakai perpustakaan melakukan aktifitas membaca, bertanya, meneliti, berpikir, berimajinasi serta berkreatifitas.

Pustakawan sekolah adalah pekerja informasi profesional yang berperan dalam:

  1. memberikan instruksi literasi informasi, keragaman aktifitas membaca dan sumber-sumber bacaannya serta memberikan keterampilan kecakapan bagi pengguna agar cerdas berinformasi dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan.
  2. mengelola perpustakaan sekolah.
  3. memimpin dan berkolaborasiserta
  4. melibatkan komunitas dalam pengembangan koleksi serta program-program perpustakaannya. Dengan demikian, jelaslah bahwa perpustakaan sekolah BUKAN gudang buku atau tempat penampungan orang-orang bermasalah.

Pada hari Rabu 16 Maret, Program APISI Baca Cerita (ABC) sudah dilakukan untuk siswa SD Sukma Bangsa Kelas I jam 09.00-11.00. Dilanjutkan dengan Workshop Literasi Informasi bagi siswa SMA Sukma Bangsa dengan harapan agar siswa cerdas infromasi. Sebelum workshop para siswa SMA Sukma Bangsa melakukan skype dengan SIPUS (Siswa Perpustakaan) Sekolah Al-Izhar Pondok Labu Jakarta Selatan.

Pelatihan Manajemen Dasar Perpustakaan Sekolah diselenggarakan selama tiga hari yaitu Kamis-Sabtu, 17-19 Maret 2016. Acara penting lainnya adalah pelantikan pengurus APISI Propinsi Aceh pada hari Kamis, 17 Maret 2016. Sebagai organisasi profesi yang independen dan non-profit, APISI berkehendak untuk menjangkau seluruh propinsi untuk bersama-sama memajukan kepustakawanan sekolah di Indonesia. Harapannya, pembentukan kepengurusan APISI Propinsi Aceh yang baru ini menjadi langkah awal kemajuan perpustakaan dan kepustakawanan sekolah serta meningkatnya kerjasama yang saling membantu antar sekolah mapun lembaga/instasi terkait untuk kepustakawan sekolah yang lebih baik serta pendidikan yang lebih bermutu.

 

Bireuen, 17 Maret 2016

HUMAS APISI PUSAT